Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kewaspadaan

BPBD79tidore – Upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah menggiatkan gotong royong serta memastikan saluran air tetap bersih dan berfungsi dengan baik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang dapat terjadi ketika curah hujan meningkat dan saluran air tidak berfungsi secara optimal.

Masyarakat diimbau rutin membersihkan drainase, selokan, dan lingkungan sekitar aliran sungai dari sampah maupun material yang berpotensi menghambat aliran air. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko genangan dan mencegah air meluap ke kawasan permukiman saat hujan turun.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, menegaskan bahwa pencegahan bencana perlu dilakukan sejak dini melalui kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Olehnya, BPBD mendorong pemerintah kelurahan, TNI-Polri, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi serta menggiatkan kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama melakukan pencegahan. Informasi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Muhammad Abubakar.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca dan potensi bahaya di sekitar tempat tinggal. Apabila menemukan saluran air tersumbat, genangan yang berpotensi membahayakan, atau kondisi lain yang dapat memicu bencana, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan dan drainase, karena dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir. Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika hujan mulai turun.

“Pencegahan dan kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi agar dampak bencana dapat diantisipasi sedini mungkin,” tutupnya.

Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, kegiatan gotong royong, dan koordinasi antarpihak, BPBD Kota Tidore Kepulauan berharap upaya mitigasi dapat berjalan lebih optimal sehingga risiko bencana hidrometeorologi dapat dikurangi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top