BPBD79tidore – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Maluku Utara.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD merencanakan pembagian masker kepada masyarakat guna membantu mengurangi paparan asap dan risiko gangguan kesehatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, mengatakan pembagian masker tersebut direncanakan berlangsung dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat terhadap dampak kabut asap.
“Dalam waktu dekat ini kami dari BPBD akan melakukan pembagian masker secara menyeluruh kepada masyarakat guna mencegah gangguan pernapasan,” kata Muhammad Abubakar, Senin (12/10/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kabut asap, terutama apabila kondisi udara semakin memburuk. Paparan asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan, serta menyebabkan iritasi pada mata.
Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila asap semakin pekat. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian khusus.
Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata setelah terpapar asap diminta segera mencari pertolongan medis.
Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara. Masyarakat yang hendak bepergian diimbau memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Muhammad Abubakar menjelaskan, BPBD Kota Tidore Kepulauan telah menerima informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktur Kedaruratan mengenai kesiapsiagaan dan langkah pencegahan dampak karhutla.
Menindaklanjuti informasi tersebut, BPBD akan memperkuat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait, terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, untuk mempersiapkan langkah penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
BPBD juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi kabut asap. Warga diharapkan memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan instansi berwenang.
Muhammad Abubakar menegaskan bahwa upaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak. Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga serta mengikuti arahan petugas.
“Pencegahan dan kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi agar dampak bencana dapat diantisipasi sedini mungkin,” ujarnya.
BPBD Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan selama kondisi kabut asap masih perlu diantisipasi.



