BPBD Kota Tidore Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi

BPBD79 Tidore – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Upaya ini dilakukan melalui langkah antisipatif dan responsif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan upaya berkelanjutan yang tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga dalam kondisi normal melalui pemantauan, edukasi, dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Kami selalu mengacu pada data serta peringatan dini dari BMKG. Setiap informasi terbaru kami perbarui dan sebarkan secara cepat kepada masyarakat melalui grup WhatsApp, media sosial, serta kanal informasi resmi BPBD,” ujar Abubakar.

Selain pemantauan cuaca harian, BPBD Kota Tidore Kepulauan secara rutin melaksanakan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan melalui mobil unit informasi, dua armada operasional BPBD, serta koordinasi lintas wilayah pulau guna meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, dan gelombang pasang.

Abubakar menjelaskan, wilayah daratan Oba masih menjadi salah satu daerah rawan bencana, khususnya banjir dan longsor di ruas Jalan Toe dan wilayah Oba Selatan.

Sebagai bentuk respons cepat, BPBD beberapa waktu lalu melakukan penanganan darurat di kawasan Lomaito dengan peralatan terbatas untuk membuka kembali akses jalan utama yang sempat tertutup longsor pada tahun 2024.

Tidak hanya fokus pada wilayah daratan, perhatian juga diberikan kepada masyarakat pesisir, terutama nelayan dan pelaku jasa transportasi laut.

Kondisi cuaca ekstrem di perairan Maluku Utara kerap disertai gelombang tinggi dan angin kencang yang berpotensi mengancam keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan keselamatan dipenuhi sebelum izin berlayar diterbitkan,” tegasnya.

BPBD bersama instansi terkait secara rutin melakukan pengecekan perlengkapan keselamatan, mulai dari ketersediaan jaket pelampung hingga kelayakan mesin kapal.

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak syahbandar agar setiap armada laut hanya diberikan Surat Izin Berlayar (SIB) apabila telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan tidak memaksakan aktivitas di laut maupun perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam berbagai kesempatan juga menegaskan kepada seluruh dinas teknis agar senantiasa sigap dan cepat merespons setiap laporan serta keluhan masyarakat terkait potensi maupun dampak bencana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top