BPBD79 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang masih melanda wilayah tersebut.
Imbauan itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, saat diwawancarai pada Selasa (1/7/2025). Ia menjelaskan, kondisi cuaca di Maluku Utara, khususnya di Kota Tidore, masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang.
Menurutnya, pascahujan lebat yang menyebabkan banjir pada 21 Juni lalu, BPBD terus melakukan edukasi dan sosialisasi siaga bencana kepada masyarakat. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga agar lebih siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Saat ini kondisi cuaca di Maluku Utara menjadi perhatian, karena beberapa hari lalu intensitas hujan tinggi sehingga mengakibatkan banjir hampir di semua wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, situasi tersebut juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang digelar di Kota Ternate pada Senin (30/6).
Berdasarkan data, sepanjang semester pertama tahun 2025 tercatat sebanyak 76 kejadian bencana hidrometeorologi basah yang tersebar di 48 kecamatan di Maluku Utara.
Karena itu, selain meningkatkan kewaspadaan, pihaknya juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat bencana agar dapat segera ditangani.
“Masyarakat dapat melaporkan kejadian secara langsung, melalui telepon, maupun melalui Aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Kebencanaan dan Monitoring Penanggulangan (SIOKONA),” tandasnya.
BPBD berharap partisipasi aktif masyarakat dalam pelaporan dan kesiapsiagaan dapat meminimalkan dampak bencana serta melindungi keselamatan warga.



