Rawan Bencana, BPBD Tidore Intensifkan Kajian Risiko

BPBD79 Tidore  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, terus memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayahnya.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) pada sejumlah titik yang dinilai rawan bencana.

Kota Tidore Kepulauan diketahui memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap berbagai jenis bencana.

Beberapa di antaranya adalah banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, tsunami, tanah longsor, kekeringan, gempa bumi, hingga banjir bandang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, mengatakan bahwa saat ini fokus mitigasi diarahkan pada dua wilayah utama yang mencakup empat kecamatan.

 Langkah ini diambil berdasarkan tren peningkatan kejadian bencana dalam beberapa tahun terakhir.

“Dalam tiga tahun terakhir, wilayah utara dan selatan Kota Tidore mengalami kejadian angin puting beliung yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Abubakar.

Ia menjelaskan, fenomena angin kencang yang terjadi secara berulang tersebut mendorong BPBD untuk memprioritaskan upaya mitigasi di wilayah terdampak agar risiko bencana dapat ditekan sejak dini.

Selain ancaman angin puting beliung, wilayah Tidore Selatan, khususnya Kelurahan Gurabati, juga pernah terdampak banjir bandang.

Sementara itu, Kecamatan Tidore dan Tidore Timur kerap menghadapi ancaman banjir rob.

Menurut Abubakar, banjir rob di wilayah tersebut dipengaruhi oleh kondisi drainase yang belum mampu menampung volume air secara optimal saat hujan dengan intensitas tinggi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top